Berita Sekretariat GKB

Artikel Sekretariat

Pernikahan & Bina Pranikah

 

SEKRETARIAT

Susunan Badan Pengurus Persekutuan & Kesaksian

(Gabungan BPI Pekabaran Injil , Pelawatan dan Perwilayahan )

Rohaniwan Pendamping

 Pdt. Joubert Koroh

Penatua Pendamping

 Pnt. Tunnas Karnadi, Pnt. Susanna Santosa

Ketua

Bpk. Daniel Suryana

Wakil Ketua

Bpk. Hendra Santosa

Bendahara

 Ibu Laura Tanubudi

Sekretaris

Ibu Dewi Slamet Pryana

Pekabaran Injil

Bpk. Hendra Kumiawan (Koordinator)

Bpk. Binsar Sianipar, Ibu Kwi Tjen, Ibu Lita

Perwilayahan

 Ibu Linawati (Koordinator)

Sdr. Andre Satria, Bpk. Josep, Bpk. Apang

Pelawatan

Bpk. Jakub Nugraha (Koordinator)

Ibu Pertiwi, Sdri. Herijani M.

 

Tim Asset Gereja Kristus - Bogor

Majelis Jemaat Gereja Kristus Jalan Siliwangi No. 51 Bogor, menunjuk dan mengangkat :

 

01. Pdt. Handri Rusli, S.Th. - Ketua

02. In Paulus Kristianto Iman S.  Wakil Ketua

03. ir. Widjaja Prawira - Sekretaris

04. Pdt. Em. Jose Abdi, S.Th. - Anggota

05. Prof. Dr. Ir. john haluan, M.Sc.-  Anggota

06. Immanuel Litra - Anggota

07. Lounarto Pilipus - Anggota

08. Kusuma Endah Goenawan - Anggota

09. dr. Biantoro Haryanto - Anggota

10. Ir. Christian Tirta - Anggota

 

Sebagai Tim Asset Gereja Kristus-Bogor untuk periode Januari 2009 sampai dengan Januari 2012.

Dengan demikian Tim Asset dapat menjalankan tugas, tanggung jawab dan wewenang yang diberikan.

Pelayanan    

Warga jemaat Gereja Kristus Bogor yang merasa terbeban untuk ikut berperan melayani kegiatan gereja, dapat menghubungi Ibu Rita Mariana

di Kantor Tata Usaha : Telp. 0251-8325618

e-mail : sekretariat gkb

PENEGUHAN PENATUA KHUSUS

Setelah dilakukan pemanggilan dan percakapan dengan Majelis Jemaat Gereja Kristus Bogor (MJGKB) maka MJGKB melalui Persidangan Majelis Jemaat tgl. 1 September 2013 telah diputuskan untuk meneguhkan kembali Pnt.K. Sulistio untuk pelayanan sebagai Penatua Khusus di Gereja Kristus Bogor Kebaktian Peneguhan Pnt.K. Sulistio dilaksanakan hari Minggu 20 Oktober 2013 pkl. 09.30 WIB. Mohon doa dan perhatian dari segenap warga Jemaat.

 

INFORMASI KEDUKAAN

Bagi warga yang ingin menyampaikan berita duka, dapat menghubungi :

1. Pdt. Joubert Koroh HP. no. : 0812 - 876.4228
2. Ibu Neneng Hasanah HP. no. : 0813 8425 6417
3. Mulyadi A. Sutisna HP. no. : 0815 8515 7621

4. Kantor Tata Usaha

Tel. no. : 0251.8325618

 

Penghiburan dan Kedukaan

 

Tata Gereja - Gereja Kristus, Bab 7 Pasal 22 : Penghiburan dan Pemakaman / Kremasi

  1.  Pelayanan Pemakaman / Kremasi dilakukan atas ketentuan sebagai berikut

    1. Telah menjadi anggota Jemaat atau Simpatisan (Iihat Pasal 40)

    2. Telah mempedihatkan tanda-tanda kepercayaannya, antara lain : dengan mengikuti ibadah-ibadah dengan setia dan mengikuti pelajaran agama (katekisasi) sekalipun is belum menerima Baptisan atau Sidi.

    3. Telah menerima Baptisan Kudus Anak.

    4. la adalah anak dari anggota Jemaat dan belum mencapai usia 15 tahun.

  2. Pelayanan Pemakaman / Kremasi dilakukan oleh Pendeta Jemaat atau Pendeta Konsulen atau Penatua Khusus dalam keadaan darurat dapat dilakukan oleh yang ditunjuk Majelis Jemaat.

Peraturan Ibadah Keluarga (Pengucapan Syukur)

 

DEFINISI

Ibadah keluarga adalah ibadah yang dilakukan oleh suatu keluarga dalam rangka pengucapan syukur keluarga tersebut akan penyertaan Tuhan dalam hidupnya sehubungan dengan suatu hal atau peristiwa, misalnya : pernikahan, ulang tahun, rumah baru (dibangun, direnovasi atau pindah), kelahiran, kesembuhan, dll.

 

DASAR ALKITABIAH

Pelayanan ibadah keluarga ini dilaksanakan karena salah satu ciri orang yang telah hidup baru di dalam Kristus adalah senantiasa bersyukur dalam segala hal.

 

  1. Filipi 4 : 4 - Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!

  2. Filipi 4 : 6 - Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

  3. Kolose 2 : 7 - Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman sebagaimana telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

  4. 1 Tesalonika 5 : 18 - Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

 

TATA LAKSANA

  1. Pelayanan dapat dilakukan apabila pihak yang meminta adalah anggota jemaat Gereja Kristus Bogor, yang terlebih dulu telah mengisi formulir Ibadah Keluarga (Pengucapan Syukur) yang tersedia di TU Gereja Kristus Bogor MINIMAL 1 (satu) minggu sebelum hari pelaksanaan.

  2. Jika diajukan kurang dari 1 minggu, maka permohonan tersebut tidak bisa dilayani pada hari yang dikehendaki.

  3. Pelayanan dilakukan oleh rohaniwan/wati dan penatua GK Bogor menurut giliran pelayanannya untuk ibadah keluarga, dikoordinir oleh rohaniwan/wati.

  4. Tata ibadah keluarga dibuat oleh rohaniwan/wati yang melayani.

  5. Sehubungan dengan no. 3 bila menghendaki adanya suatu acara khusus dalam ibadah tersebut, ataupun hendak membuat tata ibadah sendiri, pihak keluarga hendaknya mengkonfirmasi atau mengkonsultasikan dengan rohaniwan/wati yang melayani.

  6. Apabila hendak meminta pelayanan Paduan Suara Gereja Kristus Bogor dalam ibadah ini, pihak keluarga harus mencantumkan permohonan dalam formulir tersebut selanjutnya dikoordinasikan oleh rohaniwan/wati dengan BP. PPG

 

BINA PEMAHAMAN JEMAAT TENTANG PERSEMBAHAN

 

Sudahkah kita memberi PERSEMBAHAN dengan benar? Jika kita memberi persembahan dengan maksud supaya diimbali, dapat pahala dan dibalas dengan kekayaan, keselamatan, kesehatan ataupun keberhasilan ...dengan kata lain, ... aku memberi supaya aku diberi ..., maka maksud pemberian persembahan kita tersebut keliru.

 

Apakah makna PERSEMBAHAN bagi Gereja?

  • Persembahan yang diberikan selain untuk membantu orang yang membutuhkan, juga untuk membiayai seluruh kegiatan gereja, baik ke dalam maupun ke luar.

  • Memberi persembahan adalah suatu anugerah, karena sesungguhnya apa yang kita miliki adalah pemberian Tuhan (1 Tawarikh 29:13-14 ; Amsal 10:22)

  • Karena itu, hakikat persembahan yang dikembangkan oleh gereja adalah kita memberi karena kita sudah diberi.

Bagaimana sikap memberi PERSEMBAHAN yang benar?

  • INGATLAH bahwa persembahan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam suatu ibadah (Mzm 50:7-15).

  • BAGIAN MEMBERI persembahan bukanlah break time atau waktu rehat, sehingga kita bisa berbicara dengan rekan di samping tempat duduk kita, berjalan-jalan di ruang kebaktian  (kecuali petugas), atau memeriksa handphone dan sebagainya.

  • SETIAP KALI kita memasuki ruang kebaktian, hendaklah kita menyiapkan terlebih dahulu persembahan uang yang akan kita persembahkan, sehingga kita tidak lagi panik / sibuk menyiapkan uang untuk persembahan.

  • PADA SAAT kita tidak menyanyi, seharusnya kita duduk diam, dan menghayati serta mensyukuri setiap berkat yang telah Tuhan berikan kepada kita, Saat Ibadah bukanlah saat ngerumpi atau mengobrol, tetapi adalah saat untuk memberi Persembahan Iman bagi Tuhan, menghayati, merenungkan, mensyukuri segala Berkat Tuhan dan juga mendengarkan kembali Firman Tuhan pada saat Kotbah disampaikan !.

 

Pernyataan PGI tentang Perda Bernuansa Agama

 

Dewasa ini di berbagai wilayah di Indonesia bermunculan sejumlah produk hukum yang bernuansa agama (1).

PGI melihat adanya berbagai kelompok yang mencoba memanfaatkan momentum otonomi daerah dalam rangka penguatan identitas (politik identitas), khususnya penguatan kekuatan lokal, termasuk kekuatan agama. Hal ini tentunya cukup menimbulkan kebingungan dan kegamangan. Karena itu, pada tanggal 25 Mei 2007, PGI mengeluarkan pernyataan menyikapi perda-perda bernuansa agama yang bermunculan dewasa ini.

 

A. Tiga katagori Produk Hukum yang ada sekarang (2).

  • Produk Hukum yang terkait dengan moralitas masyarakat secara umum, seperti anti pelacuran, anti maksiat dan sejenisnya. Apakah produk hukum ini dapat dijadikan solusi? - Apakah dapat menjamin keadilan atau justru kesewenang-wenangan. Secara tekhnis perda ini bermasalah karena sebagian besar sudah diatur di KUHP.

  • Produk hukum yang terkait dengan model pakaian seperti keharusan menggunakan model pakaian di tempat-tempat tertentu. Produk ini tentunya sangat tipikal Islam, karena itu perlu diperhatikan efek psikologis yang tidak ringan bagi mereka yang tidak beragama Islam.

  • Produk hukum yang berkaitan dengan "keterampilan" agama seperti membaca dan menulis ayat al-Quran bagi pelajar atau mereka yang hendak menikah. Perda ini tentunya akan memiliki implikasi yang luas kepada orang-orang non-Muslim.

B. Analisa PGI

  • Penetapan perda tersebut menunjukkan suatu kecenderungan untuk meminggirkan Pancasila sebagai dasar negara. Perda-perda tersebut tentunya bertentangan dengan hukum nasional karena telah melakukan pengkotak-kotakan masyarakat dan menimbulkan perlakuan diskriminatif terhadap warga negara oleh negara.

  • Meskipun perda tersebut hanya mengatur masalah intern agama Islam, namun jika diberlakukan sebagai peraturan yang dikeluarkan oleh lembaga negara maka akan menimbulkan efek publik yang signifikan, karena hanya menitik-beratkan pada satu golongan saja.

  • Aspirasi kedaerahan dan religius harus ditempatkan dalam kesadaran hidup sebagai bangsa yang ada dalam keberagaman. Hal ini dimaksudkan agar diskriminasi tidak muncul dan menimbulkan keresahan.

C. Harapan PGI terhadap Pimpinan DPR

  • PGI mengharapkan agar Departemen Dalam Negeri melakuan peninjauan ulang bahkan mencabut perda bernuansa agama yang dapat menimbulkan diskriminasi.

  • DPR hendaknya tetap setia pada semangat demokrasi, di mana negara diberi wewenang untuk mengatur hal-hal publik, sementara hal-hal yang bersifat pribadi diserahkan kepada masyarakat, seperti kepercayaan atau agama. Dalam hal ini negara berperan untuk memberikan perlindungan kepada mereka yang merasa terancam jika menjalankan atau memeluk keyakinan tersebut.

  • DPR perlu mendorong DPRD untuk membuat perda yang dilandasi oleh Pancasila dan UUD 1945 serta menghargai kemajemukan.

 ================================================================================

(1). Yang paling aktual saat ini adalah terbitnya produk hukum di Indonesia yang ditengarai mengusung fomalisasi Syariah Islam.

(2). Pada intinya, ketiga kategori perda ini adalah implementasi dari Piagam Jakarta yang sudah ditolak untuk dimasukkan dalam UUD 1945.

 ================================================================================

 

 

BP PEKABARAN INJIL - "Hanya Ada Satu Jalan"

 

Manusia telah jatuh ke dalam dosa dan tersingkir dari hadirat Allah, sehingga mustahil mampu menyelamatkan dirinya sendiri. Menurut hikmat Allah, hanya ada satu jalan manusia memperoleh keselamatan. Ada orang mengira bahwa agama dapat menyelamatkan. Ketahuilah saudara, agama tidak mampu menyelamatkan kita. Dalam Alkitab kita dapat belajar dari orang-orang yang mencari jalan keselamatan, seperti Nekodemus (Yoh. 3:3), Kornelius (KPR 10:1,2), juga Paulus. Mereka adalah orang yang saleh dan taat pada agama, takut akan Allah dan rajin berdoa serta orang terpandang di jamannya, namun dihadapan Allah mereka orang berdosa, tersesat dan memerlukan keselamatan.

 

Oswald J. Smith pernah menulis demikian, "Tidak ada orang yang sesaleh John Wesley, namun ia sendiri berkata sebelum bertobat, ia menganggap dirinya orang kristen, karena itu ia beribadah, membaca Kitab Suci, pergi ke gereja dan berdoa agar menjadi suci di dalam hatinya. la berpuasa pada hari abu dan Jumat. la mengabarkan Injil kepada suku Indian. Namun Wesley mengakui dirinya belum selamat, sungguh saudaraku itulah pengakuan yang menyedihkan".

 

Jadi, tidak ada jalan lain untuk mendapatkan keselamatan, selain melalui Allah sendiri. Bagaimana cara Allah menyelamatkan manusia? Allah berprakarsa dan bertindak memperkenalkan diriNya, dengan cara yang unik, yaitu dengan mengutus para nabi sejak Abraham dengan maksud mendatangkan berkat bagi semua bangsa. Sampai akhirnya Allah sendiri datang mengutus Yesus Kristus dengan cara menjadi manusia. Dialah perwujudan din Allah, menyelesaikan secara tuntas karya penyelamatan Allah satu kali di kayu salib,
Karena itu, keselamatan hanya dapat diperoleh dalam dan melalui Yesus Kristus, bukan melalui jalan yang lain. Keselamatan adalah janji yang Allah berikan kepada semua orang yang mau percaya Injil.

 

Pada saat ini, marilah kita mengevaluasi kekristenan kita, bahwa beragama tidak cukup jika hanya percaya dan mengenal Yesus secara pribadi, akan tetapi kita pun dipanggil untuk memberitakan Injil kepada semua orang, kepada simpatisan, yaitu orang-orang yang mau mendengarkan, mereka sedang mencari jalan keselamatan. Namun bagaimana mereka percaya jika tidak ada yang memberitakan, sebab iman timbul dari pada pendengaran akan Firman Kristus (Roma 10 : 16-17).

 

Sekarang padi telah menguning, siapa penuainya ? kami BP Pekabaran Injil mengajak saudara-saudara yang terpanggil dan mau memberi hati untuk pelayanan PI. Kami menantikan saudara untuk bergabung dengan kami. Tuhan memberkati tugas pelayanan kita.

  
BP Pekabaran Injil

 

Kembali ke Atas

 

PERNIKAHAN GEREJAWI, BINA PRANIKAH DSB.NYA

Para anggota jemaat yang berencana untuk melangsungkan pernikahan dan menerima pemberkatan / peneguhan nikah di Gereja Kristus Bogor, diwajibkan untuk mengikuti Bina Pranikah.

    

Untuk itu diharapkan agar segera mendaftarkan namanya melalui Kantour Tata Usaha.

 Keperluan Pembuatan Akta Perkawinan di Kantor Catatan Sipil

      

  1. Surat Keterangan dari Kantor Kelurahan tempat domisili calon mempelai, tentang status calon     mempelai (belum pernah menikah/duda/janda) dan akan mencatat perkawinan di Kantor Catatan     Sipil Kota Bogor.  ASLI

  2. Foto Copy Akta Kelahiran kedua calon mempelai

  3. SBKRI kedua calon mempelai bila tidak ada WNI ayah dan su rat kawin ayah dan ibu; Kalau tidak ada WNI. ibu saja.

  4. Surat Ganti Nama ayah dan ibu kedua calon mempelai

  5. Akta Baptisan Kudus bagi mempelai golongan Nasrani

  6. KTP dan Kartu Keluarga kedua calon mempelai

  7. Formulir isian dan formulir pernyataan di atas meterai Rp 6.000,- dari kedua calon mempelai.

  8. Pasfoto berdua (ukuran 4 x 6) sebanyak : 6 (enam) lembar

  9. Akta / Surat Pemberkatan Nikah kedua calon mempelai

  10. Bagi yang membuat perjanjian nikah di notaris agar akta asli di lampirkan.

  11. Dua orang saksi + KTP (1 orang saksi dari Kantor Catatan Sipil)

 

Pendaftaran selambat-lambatnya 14 hari kerja (2 minggu)

 

(Jangan lewat 1 bulan sejak pemberkatan, karena ada sanksi adm)

KUTIPAN TATA GEREJA PASAL 36

PENEGUHAN DAN PEMBERKATAN NIKAH

     

1. Nikah Gerejawi adalah nikah yang dilangsungkan di hadapan Tuhan dan jemaat-Nya atas dasar

    pengakuan bahwa permulaan hidup nikah adalah di dalam nama Kristus dan yang diselenggarakan

    dalam suatu kebaktian.

  

2. Gereja melaksanakan peneguhan dan pemberkatan nikah bagi mereka yang sudah nikah menurut

    hukum atau sudah mendaftarkannya di Catatan Sipil.

  

3. Syarat peneguhan dan pemberkatan nikah :

  1. Kedua orang yang akan menikah adalah anggota sidi Gereja Kristus

  2. Dalam hal salah seorang calon mempelai belum menerima Baptisan Kudus Dewasa / Sidi maka ia harus berjanji akan mengikuti pelajaran katekisasi dan menerima Baptisan Kudus Dewasa atau Sidi serta mengijinkan anak-anaknya dibaptiskan.

  3. Dalam hal salah seorang adalah anggota Sidi dari jemaat atau Gereja lain, ia terlebih dahulu harus meminta surat pengantar dari Majelis Jemaat / Gerejanya. Jika ia tidak memperoleh surat pengantar, ia harus dapat menunjukkan surat Baptis atau Sidi atau surat keterangan lain yang dapat dipertanggungjawabkan.

  4. Te!ah mengikuti Katekisasi Nikah (Bina Pra Nikah) dan percakapan   penggembalaan dengan Majelis Jemaat  / Pendeta Jemaat.

  5. Calon mempelai telah memberitahukan mengenai rencana pernikahan mereka kepada Majelis Jemaat, selambat-lambatnya 2 (dua) bulan sebelurn pernikahan dilangsungkan.

  6. Rencana peneguhan dan pemberkatan nikah Gerejawi itu telah diwartakan kepada jemaat selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum pernikahan dilangsungkan.

  Dikutip dari Buku Tata-Gereja Gereja Kristus yang dikeluarkan oleh Sinode Gereja Kristus.


Kutipan Tata Gereja Bab 6 - Pernikahan Gerejawi

 

Pasal 20 - Pengertian

  1. Pernikahan Gerejawi adalah peneguhan dan pemberkatan secara Gerejawi bagi seorang laki-laki dan seorang perempuan untuk menjadi pasangan suami-istri dalam ikatan perjanjian seumur hidup yang bersifat monogamis dan yang tidak dapat dipisahkan, berdasarkan kasih dan kesetiaan mereka di hadapan Allah dan jemaatNya.

  2. Pernikahan Gerejawi dilaksanakan dalam kebaktian peneguhan dan pemberkatan pernikahan di tempat kebaktian jemaat.

Pasal 21 - Syarat

  1. Kedua calon mempelai adalah seiman. Sudah menerima Baptisan Kudus Dewasa/Sidi. Keduanya atau salah satunya adalah anggota jemaat Gereja Kristus yang tidak berada di bawah penggembalaan khusus.

  2. Calon mempelai diwajibkan mengikuti Pembinaan Pranikah yang bahannya ditetapkan oleh Majelis Sinode. Pembinaan Pranikah diselenggarakan oleh Majelis Jemaat dan dilayani oleh Pendeta Jemaat/Pendeta Konsulen yang ditunjuk oleh Majelis Jemaat.

  3. Masing-masing calon mempelai belum pernah bercerai hidup atas suatu pernikahan.

  4. Kedua calon mempelai belum pernah melakukan hubungan suami-istri.

  5. Bilamana terjadi kasus calon telah bercerai hidup atau telah melakukan hubungan suami-istri maka Majelis Jemaat dalam wewenang dan tanggung jawabnya dapat melakukan penelitian terhadap kasus yang terjadi dan melakukan penggembalaan gerejawi terhadap calon untuk melakukan pertobatan dan pembaharuan hidup. Setelah itu, Majelis Jemaat melalui Persidangan atau Rapat Majelis, dapat mempertimbangkan dan memutuskan pelayanan pemberkatan Nikah Gerejawinya maka Majelis Jemaat mewartakan rencana pemberkatan nikah tersebut melalui Warta Jemaat. Kepada calon diberikan Akta pemberkatan Nikah.

  6. Calon mempelai telah mendapatkan surat keterangan atas bukti pendaftaran dari kantor catatan sipil yang menyatakan bahwa pasangan tersebut memenuhi syarat untuk dicatat Pemikahannya atau calon mempelai telah membuat surat pernyataan tentang kesediaannya di kantor catatan sipil.

Tata Gereja - Gereja Kristus, Bab 6 Pasal 21 : Prosedur

  1. Calon mempelai mengajukan permohonan tertulis kepada Majelis Jemaat dengan menggunakan formulir yang ditetapkan oleh Majelis Sinode 3 (tiga) bulan sebelum pemikahan gerejawinya dilaksanakan.

  2. Majelis Jemaat melakukan percakapan dengan calon mempelai tentang

    a.            Dasar-dasar pemikahan kristiani.

    b.            Dasar dan motivasi pemikahan kristiani.

    C.           Tanggungjawab sebagai keluarga kristiani.

    d.            Hal-hal lain yang dianggap perlu.

  3. Jika Majelis Jemaat menetapkan calon mempelai layak untuk menerima peneguhan dan pemberkatan pernikahan, Majelis Jemaat mewartakan nama beserta foto calon mempelai selama 2 (dua) hari Minggu dalam warta jemaat agar jemaat ikut mendoakan dan mempertimbangkannya.

Kembali ke Atas